Tips Membeli Rumah KPR Bagi Para Millenial

Kita sepakat, bahwa rumah jadi kebutuhan primer manusia. Tapi kini, harga beragam jenis hunian kian mahal tiap tahunnya. Lantas, bagaimanakah kamu bisa memilikinya? Inilah tips membeli rumah bagi para Millenials!

Isu Terkait Kepemilikan Rumah

Mengapa cuitan di atas menyebutkan soal Suku Bunga dan pertimbangan terkait KPR? Karena ketika Bank Indonesia menetapkan tentang kenaikan atau penurunan Suku Bunga, maka itu akan mempengaruhi pihak perbankan (bank) dalam menetapkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

Makin tinggi bunga kredit maka makin banyak uang yang kamu harus keluarkan, terkait pembiayaan (hutang, kredit) yang sedang kamu ajukan, dalam konteks apapun.

Karena hal demikian, kepemilikan rumah atau properti secara umum adalah keputusan besar yang harus dipertimbangkan secara matang. Lantas, bagaimana tips membeli rumah bagi para Millenials?

Tips Membeli Rumah

1. Pertimbangkan Kebutuhan

Pertama yaitu jenis pekerjaan, apabila pekerjaanmu saat ini mengharuskanmu berpindah-pindah lokasi kerja, maka memiliki rumah di satu lokasi bukanlah suatu hal yang sifatnya urgent dan memaksa, pertimbangkan untuk sewa saja sementara waktu.

Kedua yaitu gaya hidup, seperti yang kita ketahui, belakangan ini para Millenials sangat dekat dengan istilah staycation, atau bahkan healing, yang juga menempel dengan konteks travelling. Mungkin kamu butuh hiburan dan liburan, tetapi apakah pengeluaranmu cukup untuk menabung?

Maka bila digabungkan keduanya, kamu akan kembali ke pertanyaan berikut ini: Apakah memiliki rumah jadi kebutuhanmu saat ini? Apakah gaya hidupmu mendukung impanmu memiliki rumah?

2. Penentuan Lokasi

Hal pertama yang harus kamu pertimbangkan dalam menentukan lokasi rumah ialah sejauh mana lokasi tersebut dengan tempat kerja. Karena makin jauh lokasimu tinggal dari kantor, tentu memerlukan biaya transport yang makin tinggi.

Ini mungkin sejalan dengan mempertimbangkan akses transportasi umum, baik itu stasiun kereta, terminal bis atau bahkan akses masuk tol.

Selain itu kamu juga perlu mempertimbangkan jarak dengan fasilitas kesehatan, karena sangat mungkin hal-hal tidak diinginkan terjadi, baik itu sakit, kecelakaan dan hal lainnya. Maka makin dekat tempat tinggalmu dengan rumah sakit, Puskesmas dan fasilitas kesehatan publik lainnya akan makin baik.

Beberapa hal lainnya terkait lokasi ialah sarana pendidikan dan ibadah, kemudian status tempat tersebut terhadap risiko bencana alam termasuk banjir, serta akses jalan secara keseluruhan untuk mencapai tempat tinggalmu itu.

3. Perhitungkan Kemampuan Finansial

Pertama, perhitungkan pemasukan dan pengeluaran kamu per-bulan. Dimana, ini terkait dengan besaranmu untuk membuat tabungan membeli rumah, seperti di program BTN SiMUDA RumahKu atau program serupa di bank lainnya.

Dimana, makin banyak kamu menabung, tentu tujuanmu akan makin cepat tercapai. Kamu juga bisa alokasikan sebagian dana tabungan ke dalam instrumen investasi, tentu disesuaikan dengan risk dan reward-nya, instrumen yang paling cepat volatilitasnya dan relatif aman, ya tentu investasi saham.

Kedua, penting untuk komunikasikan kemampuan finansial pada pasangan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman antara kamu dan pasangan, terkait proses alokasi yang akan kamu lakukan, baik ke dalam tabungan maupun investasi.

Ketiga, ada baiknya menyiapkan dana untuk DP dan sebagian cicilan untuk beberapa waktu ke depan. Mengapa ini penting? Karena banyak hal yang tidak diinginkan (kematian, sakit keras, pemecatan, bangkrut) mungkin saja mengintai di masa depan. Sehingga dengan menyiapkan terlebih dahulu sebagaian dana, maka tidak seluruhnya kamu berhutang.

4. Perhitungkan Luas Rumah

Mengapa ini penting? Luas rumah ada kaitannya dengan budget yang kamu akan keluarkan. Yang ingin kami sampaikan ialah tidak selamanya kamu harus memanfaatkan sepenuhnya bidang tanah yang kamu miliki jadi sebuah bangunan.

Hal yang krusial ialah adanya lahan parkir yang cukup, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Terlebih kamu juga harus menyisakan sebagian lahanmu untuk resapan air.

5. Perhatikan Lingkungan Sekitar

Membeli sebuah hunian tentu artinya bersepakat menjadi bagian dari suatu wilayah. Dalam hal ini, kamu akan jadi bagian dari suatu masyarakat di daerah tertentu.

Sehingga pada tips membeli rumah berikut ini, kami bahas pula tentang pentingnya memperhatikan hal-hal yang terkait adat-istiadat di tempat itu, sebelum memutuskan untuk membelinya. Jangan sampai, nilai-nilai setempat berseberangan denganmu.

Sebagai contoh, kamu adalah pribadi yang mencintai ketenangan, namun di daerah tersebut memang sudah lazim diadakan acara “hajatan” di rumah, jelas dua hal itu kontradiktif. Kamu harusnya bisa pilih hunian model cluster yang cenderung tenang.

Kamu juga harus memperhatikan bagaimana keamanan dari daerah tersebut, beberapa orang memandang bahwa tinggal di apartemen cenderung lebih aman karena kemanannya cenderung lebih terstruktur, dibanding landed house (rumah di tanah langsung).

6. Pertimbangkan Peluang Renovasi

Bila kamu membangun rumah dari nol, terkadang kamu terlalu idealis dan berharap mampu menyelesaikan “rumah idaman” dalam sekali proses.

Padahal, kamu bisa saja melakukannya secara bertahap, dalam hal ini kamu sudah menyiapkan konsep bangunan yang kamu impikan, dan sudah merencanakan tahapan pembangunan maupun renovasi bila memungkinkan.

Mengapa kami sebut “bila memungkinkan”? Karena pada beberapa tipe perumahan, seperti yang kita ketahui beberapa developer tidak mengijinkan adanya perubahan pada muka rumah. Atau pada beberapa wilayah, ada peraturan tertentu terkait ketinggian bangunan.

Terkait segala perencanaan pembangunan maupun renovasi, tentu harus sudah kamu persiapkan terlebih dahulu bagaimana alokasi pendanaan yang tepat untuk hal tersebut.

7. Penggunaan Fasilitas Pembiayaan Eksternal

Pendanaan adalah satu hal yang begitu krusial dalam proses kepemilikan rumah. Karena disinilah kemampuan dan ketahanan finansialmu secara penuh dipertaruhkan. Meski begitu, kamu juga bisa minta bantuan kok dengan pihak eksternal.

Bila kamu telah membaca beberapa artikel dalam website kami ini, kami sudah jelaskan sebelumnya bahwa beberapa bank menawarkan program pembiayaan terkait pemilikan rumah.

Pembiayaan Rumah Syariah – Bank CIMB

Secara sederhana, pihak bank adalah pemodal, sedangkan kamu sebagai peminjam. Selain itu, ada pula beberapa program serupa yang diberikan oleh perusahaan untuk memberikan pinjaman karyawan, bila di perusahaan tempatmu bekerja ada program demikian, tak ada salahnya untuk memanfaatkannya.

Penutup

Demikianlah beberapa tips membeli rumah bagi para Millenials yang bisa kami sampaikan. Tentunya kami juga ingatkan, agar kamu tidaklah terburu-buru atau bahkan FoMo untuk memiliki rumah, karena rumah adalah keputusan besar yang mungkin berdampak seumur hidup.

Jadi, cobalah untuk lebih tenang dan memikirkan secara matang sebelum mengambil segala keputusan yang melibatkan kapasitas finansial yang besar, terutama program pembiayaan bank. Semoga tips membeli rumah ini bermanfaat ya!